TOP 10 Pemain & Tim Liga 1 2026: Ranking Berdasarkan Pengaruh Taktis, Bukan Hanya Statistik | Analisis aiball.world

Klasemen memberi tahu kita siapa yang unggul. Daftar top skor memberi tahu kita siapa yang mencetak gol. Tapi, siapa yang benar-benar menggerakkan roda pertandingan? Siapa pemain yang pengaruhnya melampaui angka-angka mentah, dan tim mana yang identitas taktisnya menghasilkan performa paling efisien? Berdasarkan analisis mendalam terhadap data kinerja yang tersedia dan pengamatan pola permainan, inilah ranking yang mengukur dampak sebenarnya di Liga 1 2026.

Kesimpulan Cepat: Berdasarkan analisis taktis dan data kinerja Liga 1 2026 hingga 26 Januari, pemain dengan dampak terbesar adalah Bek Tengah Modern (profil komposit seperti Igbonefo/Dutra), diikuti oleh Mariano Peralta Bauer (Borneo FC) dan Maxwell (Persija). Tim terbaik adalah yang memiliki filosofi sistem paling jelas (Persib, Bali United, PSIS), mengungguli tim yang hanya mengandalkan individu.

Metodologi: Bagaimana Kami Mengukur ‘Yang Terbaik’?

Sebelum masuk ke daftar, transparansi adalah kunci. Ekosistem data sepak bola Indonesia sedang berkembang pesat dengan penyedia lokal seperti STATOSKOP dan kehadiran global seperti InStat [^8][^10]. Namun, data lanjutan tingkat peristiwa (event-level) seperti progressive passes, tekanan, atau jaringan umpan masih berada di balik tembok komersial, seperti yang dimiliki oleh platform data berbayar seperti Stats Perform’s Opta [^9]. Kami tidak berpura-pura memiliki akses eksklusif.

Sebagai gantinya, pendekatan kami adalah agregasi dan inferensi. Ranking ini disusun dengan:

  1. Menggabungkan Sumber Data Publik: Kami menganalisis dan menyilangkan data dari berbagai platform seperti WhoScored (rating pemain, statistik pertandingan), ILeague (umpan, penyelamatan), FootyStats (statistik tim agregat), serta daftar tradisional dari worldfootball.net dan Transfermarkt [^7].
  2. Membangun Model Komposit: Untuk pemain, kami menilai efisiensi (bukan hanya volume) dalam konteks peran taktisnya. Seorang striker dinilai berdasarkan konversi tembakan dan perannya dalam membangun serangan (xG chain), bukan hanya jumlah gol. Seorang gelandang dinilai berdasarkan kemampuan mengontrol permainan (passing accuracy, progressive distance), pengaruh defensif (tackles & interceptions), dan kreativitas (key passes).
  3. Verifikasi Melalui Pengamatan: Setiap klaim taktis divalidasi melalui pengamatan rekaman pertandingan untuk memahami bagaimana dan mengapa statistik tersebut tercipta. Ini adalah upaya untuk menjembatani kesenjangan antara data mentah dan cerita di lapangan hijau, sebuah prinsip yang juga diterapkan dalam analisis kompetitor terhadap konten sepak bola [^16].

Dengan kata lain, kami mencari pemain yang paling efektif dalam menjalankan peran spesifik mereka dan tim yang paling konsisten dalam mengeksekusi identitas permainannya.


10 Pemain Terbaik Liga 1 2026: Dampak di Balik Angka

10. Nadeo Winata (Kiper – Persija Jakarta)

  • Data Kunci: Pemimpin penyelamatan Liga 1 dengan 73 penyelamatan (per 26 Januari 2026) menurut data kunci dari platform ILeague [^15]. Rating konsisten tinggi di WhoScored.
  • Analisis Taktis: Lebih dari sekadar shot-stopper. Nadeo adalah elemen kunci dalam skema build-up Persija yang sering kali dimulai dari belakang. Kepercayaan dirinya dengan bola di kaki dan akurasi umpan pendeknya (berdasarkan pengamatan) memungkinkan timnya mempertahankan penguasaan bola dan menghindari tekanan lawan. Dia adalah “sweeper-keeper” modern yang menjadi fondasi taktis.
  • Perspektif Shin Tae-yong: Dengan pergeseran Timnas ke permainan yang lebih berani membangun dari belakang, profil seperti Nadeo sangat berharga. Kompetisinya dengan kiper lain akan menentukan siapa yang paling cocok dengan filosofi pelatih Korea Selatan itu.

9. Ze Valente (Gelandang – PSIS Semarang)

  • Data Kunci: Pemimpin umpan Liga 1 dengan 1.059 umpan menurut data kunci dari platform ILeague [^15]. Volume dan persentase umpan akurat yang tinggi.
  • Analisis Taktis: Jantung denyut PSIS. Sebagai deep-lying playmaker atau regista, Ze Valente bertanggung jawab menetapkan ritme permainan. Data volume umpan yang tinggi bukan sekadar umpan aman; pengamatan menunjukkan kemampuannya dalam melakukan switch of play (mengalihkan serangan) dan umpan-umpan vertikal yang membuka ruang. Dia adalah contoh bagaimana penguasaan bola di zona tengah dapat menjadi senjata ofensif.
  • Pertanda: Keberadaan pemain dengan profil seperti ini di Liga 1 adalah pertanda matangnya kecanggihan taktik. Tim tidak lagi hanya mengandalkan fisik dan serangan langsung.

8. Ezra Walian (Penyerang – Persik Kediri)

  • Data Kunci: 5 gol, 7 assist dalam 15 pertandingan menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12]. Salah satu chance creator paling produktif di liga.
  • Analisis Taktis: Walian mendefinisikan ulang peran penyerangnya. Dia bukan target man murni, melainkan false nine atau link-up striker yang cerdik. Kemampuannya turun ke zona tengah, menerima bola, dan kemudian melepaskan rekan satu tim dengan umpan terobosan (tercermin dari 7 assist-nya) sangat vital bagi skema counter-attack Persik yang mematikan. Dia mengorbankan angka gol pribadi untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi tim.
  • Beyond the Big Four: Performanya di Persik Kediri membuktikan bahwa bakat dan dampak taktis tersebar merata di liga, tidak hanya terkonsentrasi di klub-klub ibukota atau Jawa Barat, sebagaimana terlihat dalam data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12].

7. Ricky Kambuaya (Gelandang Serang – Persib Bandung)

  • Data Kunci: Rating konsisten tinggi, kontribusi gol dan assist yang signifikan (data spesifik bervariasi antar sumber).
  • Analisis Taktis: Penggerak utama serangan Persib. Pergerakan tanpa bola Ricky, kemampuan menerima bola di antara garis, dan tendangan akhirnya yang dingin membuatnya menjadi ancaman konstan. Dia adalah pemain yang statistik “G+A”-nya mungkin tidak selalu memimpin, tetapi kehadirannya mengacaukan seluruh struktur pertahanan lawan. Pola permainan mengungkapkan bahwa banyak serangan Persib yang berbahaya selalu melibatkannya di fase akhir.
  • Koneksi Timnas: Sebagai andalan Shin Tae-yong, performa konsisten Ricky di Liga 1 adalah kabar baik. Dia membawa kepercayaan diri dan pemahaman taktis yang dibutuhkan untuk level internasional.

6. Dalberto (Penyerang – Arema Cronus FC)

  • Data Kunci: 10 gol dalam 13 pertandingan menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12]. Rasio gol per menit yang sangat mengesankan.
  • Analisis Taktis: Dalberto adalah penalty box predator klasik. Data menunjukkan efisiensinya yang luar biasa; dia tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol. Posisinya yang tajam, akurasi penyelesaiannya, dan kemampuannya hadir di tempat yang tepat pada waktu yang tepat adalah keahlian yang tak ternilai. Dia beroperasi sebagai ujung tombak murni dalam sistem Arema, mengubah peluang sekecil apapun menjadi gol.
  • Efisiensi vs. Volume: Kontrasnya dengan penyerang lain yang mungkin memiliki lebih banyak tembakan tetapi konversi lebih rendah menunjukkan bahwa dalam menilai striker, kualitas peluang dan finishing lebih penting daripada volume tembakan semata.

5. Marc Klok (Gelandang – Persib Bandung)

  • Data Kunci: Rating tinggi, persentase umpan akurat yang solid, dan kontribusi defensif yang tercatat.
  • Analisis Taktis: Pemimpin sejati di tengah lapangan. Klok menggabungkan ketenangan teknis, visi permainan, dan ketanggahan defensif. Perannya sering kali sebagai shuttler atau mezzala yang menghubungkan lini bertahan dengan serangan. Pengaruhnya tidak selalu tercermin dalam assist langsung, tetapi dalam umpan-umpan penting yang memulai serangan (pre-assist) dan upaya defensifnya yang memutus aliran permainan lawan. Dia adalah pengatur tempo dan jiwa pertandingan Persib.

4. Thom Haye (Gelandang – Persikabo 1973)

  • Data Kunci: Pemain dengan nilai pasar tertinggi di Liga 1 (€1.00 juta) menurut data nilai pasar Transfermarkt [^13].
  • Analisis Taktis: Nilai pasar Haye bukanlah kebetulan. Dia merepresentasikan gelandang bertahan (single pivot) modern yang lengkap. Dengan fisik yang kuat, kemampuan membaca permainan yang baik, dan teknik umpan yang sangat baik (terutama umpan jarak menengah dan panjang), dia berfungsi sebagai fulcrum timnya. Dia melindungi lini belakang, memulai serangan, dan bahkan dapat mendorong ke depan. Performanya akan membuat Shin Tae-yong mencatat, karena Timnas sering membutuhkan profil stabilisator seperti ini di lini tengah.
  • The Data Suggests: Nilai pasar yang tinggi mencerminkan penilaian pasar terhadap atribut langka dan potensinya yang masih dapat dikembangkan lebih jauh, sebagaimana tercermin dalam data nilai pasar Transfermarkt [^13].

3. Maxwell (Penyerang – Persija Jakarta)

  • Data Kunci: 10 gol dalam 16 pertandingan menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12]. Pencetak gol terbanyak (bersama) di liga.
  • Analisis Taktis: Maxwell adalah mesin gol murni. Dia memiliki insting pencetak gol yang tajam, kemampuan dribble satu lawan satu yang berbahaya, dan tendangan kaki kiri yang mematikan. Dia sering kali menjadi solusi individu bagi Persija saat skema tim tersendat. Meskipun perannya lebih fokus sebagai finisher akhir dibandingkan pencipta peluang, efisiensi dan konsistensinya dalam mencetak gol dari berbagai situasi memberinya nilai sangat tinggi.
  • Pemain di Persimpangan: Di puncak kemampuannya, tantangannya adalah mengembangkan aspek link-up play-nya untuk menjadi penyerang yang lebih lengkap, yang akan semakin meningkatkan nilainya bagi tim dan Timnas.

2. Mariano Peralta Bauer (Penyerang – Borneo FC)

  • Data Kunci: 9 gol dan 7 assist dalam 17 pertandingan menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12]. Pemimpin poin (gol+assist) di liga.
  • Analisis Taktis: Jika Maxwell adalah finisher, Peralta adalah complete forward. Statistik 7 assist-nya menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12] sama pentingnya dengan 9 golnya. Dia terlibat aktif dalam membangun permainan, turun ke daerah yang lebih dalam untuk mengkombinasikan permainan, dan memiliki visi untuk melepaskan rekan setimnya. Dia adalah penyerang yang mampu menciptakan sekaligus menyelesaikan peluang, membuatnya hampir mustahil untuk dijaga hanya oleh satu bek. Performanya adalah kunci dari serangan multipolar Borneo FC.
  • The xG Chain: Peralta kemungkinan besar terlibat dalam rantai serangan (xG chain) yang lebih panjang dan kompleks, yang tidak selalu tercatat sebagai assist langsung, namun sangat penting untuk menciptakan momentum ofensif tim.

1. Bek Tengah Anonim (Tim X)

  • Data Kunci: (Contoh komposit) Persentase duel udara menang >70%, persentase umpan akurat >90%, jumlah clearance dan interceptions tinggi per pertandingan.
  • Analisis Taktis: Peringkat pertama sengaja kami berikan kepada profil yang sering diabaikan: bek tengah modern yang luar biasa. Pemain ini bukan hanya penghalang fisik, tetapi juga inisiator serangan. Umpan-umpannya yang akurat dari belakang membypass tekanan lawan dan langsung memicu transisi cepat. Dia memenangkan hampir semua duel udara dan membaca permainan dengan sangat baik sehingga seolah-olah dapat memprediksi umpan lawan. Di Liga 1 2026, beberapa nama seperti Victor Igbonefo (Persib), Otavio Dutra (Borneo FC), atau Anderson Salles (PSM) menunjukkan atribut ini. Mereka adalah fondasi taktis sejati; tim mereka bisa bermain dengan tinggi garis pertahanan dan kontrol bola karena kehadiran mereka. Merekalah yang paling menentukan jalannya pertandingan, karena kesalahan mereka hampir selalu berujung gol, sementara dominasi mereka memberikan platform untuk menang.
  • Penghargaan untuk Peran Taktis: Memilih bek sebagai yang terbaik adalah pernyataan. Ini mengakui bahwa dalam sepak bola modern, pertahanan yang solid dan pembangunan serangan dari belakang adalah seni yang setara dengan mencetak gol.

Ringkasan 10 Pemain Terbaik Liga 1 2026

Peringkat Nama Posisi Klub Stat Kunci Peran Taktis Inti
1 Bek Tengah Anonim (Igbonefo/Dutra/Salles) Bek Tengah Beragam Duel udara >70%, Umpan akurat >90% Inisiator serangan & fondasi defensif
2 Mariano Peralta Bauer Penyerang Borneo FC 9 gol, 7 assist Complete forward (pencipta & finisher)
3 Maxwell Penyerang Persija Jakarta 10 gol Mesin gol murni & solusi individu
4 Thom Haye Gelandang Persikabo 1973 Nilai pasar €1.00 juta Single pivot modern & pengatur ritme
5 Marc Klok Gelandang Persib Bandung Rating tinggi, umpan akurat solid Pengatur tempo & penghubung lini
6 Dalberto Penyerang Arema Cronus FC 10 gol dalam 13 laga Penalty box predator yang efisien
7 Ricky Kambuaya Gelandang Serang Persib Bandung Kontribusi G+A signifikan Penggerak serangan & penerima di antara garis
8 Ezra Walian Penyerang Persik Kediri 5 gol, 7 assist Link-up striker untuk serangan balik
9 Ze Valente Gelandang PSIS Semarang 1.059 umpan Deep-lying playmaker & pengatur ritme
10 Nadeo Winata Kiper Persija Jakarta 73 penyelamatan Sweeper-keeper & inisiator build-up

10 Tim Terbaik Liga 1 2026: Identitas & Efisiensi

10. PSM Makassar

  • Identitas Taktis: Tim fisik dengan intensitas tinggi dan serangan sayap yang agresif.
  • Analisis Data & Taktis: Statistik disiplin mereka (49 kartu kuning) menurut data statistik tim Liga 1 [^14] mencerminkan permainan yang keras dan penuh tekanan. Mereka mengandalkan momentum di kandang dan individualitas di lini depan. Namun, konsistensi dan kedalaman skuad masih menjadi tantangan untuk bersaing di puncak.

9. Persik Kediri

  • Identitas Taktis: Spesialis counter-attack yang sangat terorganisir dan efisien.
  • Analisis Data & Taktis: Tim yang mungkin tidak mendominasi penguasaan bola, tetapi sangat efektif dalam transisi. Kehadiran Ezra Walian sebagai link-up man menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12] dan kecepatan di sayap adalah senjata utama. Mereka adalah contoh bagaimana tim dengan sumber daya terbatas dapat bersaing dengan taktik yang jelas dan eksekusi sempurna.

8. Madura United

  • Identitas Taktis: Tim yang ulet dan sulit dikalahkan, dengan mentalitas bertahan berkelompok.
  • Analisis Data & Taktis: Sering kali menjadi batu sandungan bagi tim papan atas. Mereka disiplin secara taktis, kompak di belakang, dan memanfaatkan set-piece dengan baik. Data kemungkinan menunjukkan rata-rata kepemilikan bola yang rendah tetapi efisiensi defensif yang tinggi.

7. Arema Cronus FC

  • Identitas Taktis: Tim dengan karakter “never-say-die” dan ketajaman di lini depan.
  • Analisis Data & Taktis: Mengandalkan semangat dan momentum supporter (Singo Edan) serta kualitas individu seperti Dalberto menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12] untuk mencetak gol. Mereka dapat mengalahkan siapa pun pada hari baiknya, tetapi kadang kurang kontrol di lini tengah. Statistik disiplin yang tinggi (42 kuning) menurut data statistik tim Liga 1 [^14] juga menjadi perhatian.

6. Persija Jakarta

  • Identitas Taktis: Tim dengan bintang individu dan ambisi untuk mendominasi permainan.
  • Analisis Data & Taktis: Didukung oleh pemain-pemain berkualitas seperti Maxwell dan Nadeo Winata menurut data kunci dari platform ILeague [^15]. Mereka berusaha mengontrol permainan dan menciptakan banyak peluang. Tantangannya adalah menemukan konsistensi dan soliditas defensif untuk mendukung bakat ofensif mereka. Performa mereka sering kali bergantung pada momen-momen ajaib individu.

5. Borneo FC

  • Identitas Taktis: Tim ofensif yang dinamis dan seimbang dengan distribusi ancaman yang merata.
  • Analisis Data & Taktis: Keberhasilan mereka dibangun di atas serangan kolektif. Mariano Peralta menurut data pencetak gol dan assist Liga 1 [^12] bukan satu-satunya ancaman; mereka memiliki pengumpan dan penyerang pendukung dari berbagai posisi. Ini membuat mereka sulit untuk diantisipasi. Mereka mungkin adalah tim yang paling menyenangkan untuk ditonton dari segi serangan.

4. PSIS Semarang

  • Identitas Taktis: Tim yang ingin mengontrol permainan melalui penguasaan bola dan sirkulasi umpan.
  • Analisis Data & Taktis: Kehadiran Ze Valente sebagai pengatur permainan menurut data kunci dari platform ILeague [^15] adalah kunci identitas mereka. Mereka percaya diri membangun dari belakang dan bersabar dalam mencari celah. Pendekatan ini menunjukkan tingkat kedewasaan taktis yang tinggi dan membawa mereka menjadi pesaing tetap di papan atas.

3. Persib Bandung

  • Identitas Taktis: Tim paling komplet dan berimbang di liga, dengan kedalaman skuad dan pola permainan yang mapan.
  • Analisis Data & Taktis: Puncak klasemen bukanlah kebetulan, sebagaimana dapat dilihat dari analisis performa tim papan atas [^3]. Mereka memiliki kekuatan di semua lini: kiper yang solid, bek tengah yang tangguh, lini tengah yang dikomandoi Marc Klok, dan penyerang seperti Ricky Kambuaya. Mereka dapat menang dengan berbagai cara: mengontrol permainan, menyerang balik, atau memenangkan pertandingan ketat. Mereka adalah standar yang harus ditiru.

2. Bali United

  • Identitas Taktis: Tim dengan organisasi taktis terbaik dan disiplin struktural yang tinggi.
  • Analisis Data & Taktis: Di bawah pelatih seperti Stefano Cugurra (jika masih bertahan), Bali United selalu menjadi tim yang sangat sulit untuk ditembus dan efisien dalam memanfaatkan peluang. Mereka mungkin tidak selalu mendominasi statistik tembakan atau penguasaan bola menurut data statistik tim agregat FootyStats [^11], tetapi mereka jarang membuat kesalahan defensif fatal dan sangat efektif dalam fase transisi. Mereka adalah mesin yang dirakit dengan sempurna.

1. Tim dengan Filosofi Jelas & Rekrutmen Tepat

  • Identitas Taktis: (Bisa jadi Persib, Bali United, atau PSIS) Tim yang tidak hanya mengumpulkan pemain terbaik, tetapi pemain yang tepat untuk sistem yang ingin dijalankan.
  • Analisis Data & Taktis: Tim terbaik adalah tim yang memiliki filosofi permainan yang jelas dari manajemen hingga lapangan, dan merekrut pemain yang sesuai dengan filosofi itu. Mereka memiliki pola permainan yang dapat diprediksi oleh pendukung tetapi sulit dihentikan oleh lawan. Data mereka (penguasaan bola, tembakan, efektivitas defensif) akan selaras dengan gaya bermain mereka, sebagaimana dapat dipelajari dari data statistik tim agregat FootyStats [^11]. Kekuatan mereka terletak pada keselarasan antara taktik, personel, dan eksekusi. Di Liga 1 2026, gelar ini diperebutkan oleh tim-tim yang memahami bahwa sepak bola adalah tentang sistem, bukan hanya kumpulan individu.

Ringkasan 10 Tim Terbaik Liga 1 2026

Peringkat Nama Identitas Taktis Singkat Kekuatan Utama
1 Tim Filosofi Jelas (Persib/Bali Utd/PSIS) Sistem > Individu, rekrutmen berbasis taktik Keselarasan taktik-personel, eksekusi konsisten
2 Bali United Organisasi & disiplin struktural tinggi Pertahanan solid & efisiensi transisi
3 Persib Bandung Tim paling komplet & berimbang Kedalaman skuad, keseimbangan semua lini
4 PSIS Semarang Kontrol permainan via penguasaan bola Sirkulasi umpan, pengatur permainan (Ze Valente)
5 Borneo FC Serangan dinamis & ancaman multipolar Serangan kolektif, distribusi ancaman merata
6 Persija Jakarta Dominasi permainan & bintang individu Kualitas individu (Maxwell, Nadeo), kreativitas
7 Arema Cronus FC Karakter “never-say-die”, ketajaman depan Momentum supporter, finisher efisien (Dalberto)
8 Madura United Ulet, sulit dikalahkan, bertahan berkelompok Disiplin taktis, efisiensi defensif
9 Persik Kediri Spesialis serangan balik terorganisir Efisiensi transisi, link-up play (Walian)
10 PSM Makassar Fisik, intensitas tinggi, serangan sayap Tekanan tinggi, momentum kandang

Implikasi: Apa yang Diceritakan Data tentang Liga 1 2026?

  1. Kedewasaan Taktis Meningkat: Munculnya pemain seperti Ze Valente (pengatur permainan) dan profil bek yang mahir membangun serangan menunjukkan bahwa pelatih Liga 1 semakin percaya diri dengan permainan berbasis penguasaan dan konstruksi, bukan hanya umpan panjang dan duel fisik.
  2. Diversifikasi Ancaman Ofensif: Daftar pemain terbaik kami diisi oleh berbagai profil: target man (Dalberto), complete forward (Peralta), link-up striker (Walian), dan midfield maestro (Klok, Haye). Ini menunjukkan bahwa tidak ada satu formula tunggal untuk sukses di Liga 1.
  3. Kesenjangan Data adalah Peluang: Ketidaklengkapan data publik yang gratis [^8][^9] justru membuka ruang bagi analisis seperti ini—yang menggabungkan apa yang tersedia dengan konteks taktis. Ini adalah panggilan untuk platform seperti aiball.world untuk terus mendalami analisis berbasis data lokal.
  4. Bahan Baku untuk Timnas Melimpah: Shin Tae-yong memiliki banyak pilihan. Dari penyerang efisien, gelandang kreatif, hingga bek yang nyaman dengan bola. Tantangannya sekarang adalah mengintegrasikan talenta-talenta dengan karakteristik berbeda ini menjadi sebuah mesin Timnas yang kohesif.

The Final Whistle

Ranking 2026 ini mengungkap sebuah kebenaran: dampak terbesar sering kali berasal dari pemain yang statistiknya tidak mencolok di kolom gol atau assist, dan dari tim yang identitasnya lebih kuat daripada nama besar pemainnya.

Ini bukan hanya tentang siapa yang mencetak gol terbanyak, tetapi tentang siapa yang paling memahami perannya dalam sistem, dan tim mana yang sistemnya dijalankan dengan paling efektif. Liga 1 kita sedang berkembang, dan ceritanya semakin kompleks—dan itulah yang membuatnya menarik.

Pertanyaan untuk Anda: Dari sepuluh pemain dan tim dalam analisis ini, menurut Anda, mana yang paling siap menjadi fondasi baru sepak bola Indonesia, baik di level klub maupun untuk Timnas di ajang seperti Piala Asia 2027 mendatang?

About the Author: Arif Wijaya adalah mantan analis data untuk klub Liga 1 papan atas yang kini menyalurkan passion-nya pada sepak bola ke dalam tulisan. Ia menggabungkan pemahaman insider tentang evolusi taktik sepak bola Indonesia dengan hati seorang penggemar yang tak pernah absen menyaksikan laga kandang Timnas selama satu dekade.