Pulev Incar Unifikasi WBA Lawan Usyk Usai Hadapi Gassiev

23 Desember 2025

Analisis Tinju: Pulev Membidik Unifikasi WBA Kontra Usyk di Tengah Dinamika Perebutan Gelar Kelas Berat

pulev-vs-usyk-wba-unification-cover

Oleh AIBall.World – Wawasan Olahraga Cerdas & Terdepan

Dalam lanskap tinju kelas berat yang terus berkembang, sebuah narasi strategis baru muncul dari kamp Kubrat Pulev. Petinju veteran asal Bulgaria ini telah menyatakan minat yang kuat untuk menghadapi pemegang gelar ‘Super’ WBA, Oleksandr Usyk, dalam sebuah langkah yang berpotensi menyatukan struktur gelar asosiasi tersebut.

Ambisi Unifikasi dan Tantangan Terdekat

Saat ini, Pulev memegang gelar WBA ‘Regular’, sebuah posisi yang menempatkannya dalam orbit langsung untuk menantang hierarki tertinggi divisi ini. Namun, berdasarkan analisis jadwal pertandingan, ambisi global ini harus melewati ujian lokal yang signifikan: pertarungan melawan Murat Gassiev di Dubai pada hari Jumat ini.

Promotor Pulev, John Wirt, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mengamankan kemenangan taktis atas Gassiev. “Kondisi fisik Kubrat berada di puncaknya. Secara strategis, kami terbuka untuk menghadapi kontender mana pun, namun ketertarikan untuk melawan Usyk adalah prioritas utama demi menetapkan satu juara WBA yang definitif,” ungkap Wirt.

Langkah ini dipandang sebagai upaya logis untuk menghilangkan dualisme gelar WBA di divisi teratas, mengingat Usyk telah menguasai sabuk ‘Super’ sejak kemenangan pertamanya atas Anthony Joshua pada tahun 2021.

Variabel Moses Itauma: Prospek dan Mandat WBA

Skenario perebutan gelar ini menjadi lebih kompleks dengan kehadiran prospek tak terkalahkan asal Inggris, Moses Itauma. Data kinerja menunjukkan Itauma sebagai ancaman serius yang sedang naik daun. WBA telah mengeluarkan mandat resmi yang memperjelas jalur ke depan: pemenang dari duel Pulev vs. Gassiev diwajibkan untuk menghadapi Itauma pada pertarungan selanjutnya.

Negosiasi untuk pertarungan wajib ini dijadwalkan akan dimulai pada 25 Januari. Namun, sebelum tanggal tersebut, Itauma sendiri akan mempertaruhkan rekor 13 pertarungan tanpa kekalahannya melawan Jermaine Franklin di Manchester, sehari sebelum duel Pulev. Hasil dari kedua pertandingan ini akan secara drastis mengubah peta persaingan dan probabilitas pertandingan di kuartal berikutnya.

Posisi Usyk dan Kekosongan Mandat ‘Super’

Dari perspektif regulasi, situasi Oleksandr Usyk menghadirkan anomali statistik. WBA belum mengumumkan penantang wajib untuk gelar ‘Super’ sejak Alexander Povetkin ditetapkan sebagai lawan Anthony Joshua pada 2018—sebuah jeda birokrasi yang cukup panjang dalam sejarah organisasi tersebut.

Usyk, yang baru-baru ini tidak aktif sejak mengalahkan Daniel Dubois pada bulan Juli untuk menjadi juara tak terbantahkan (undisputed) untuk kedua kalinya, tampaknya memiliki agenda berbeda. Keputusannya melepas sabuk WBO bulan lalu—yang kemudian mengangkat Fabio Wardley sebagai juara baru—serta pernyataan minatnya untuk menghadapi mantan juara WBC Deontay Wilder, mengindikasikan bahwa petinju Ukraina ini lebih memprioritaskan pertarungan bernilai tinggi dibandingkan kewajiban mandat standar.

Kesimpulan dan Prediksi

Ketidakjelasan mengenai kapan WBA akan memerintahkan Usyk menghadapi penantang wajib menciptakan peluang taktis bagi Pulev. Jika Pulev berhasil mempertahankan sabuk ‘Regular’-nya minggu ini—pertahanan pertamanya sejak mengalahkan Mahmoud Charr Desember lalu—ia akan memperkuat argumennya untuk sebuah pertarungan unifikasi.

AIBall.World akan terus memantau metrik performa dari pertarungan akhir pekan ini serta keputusan administratif WBA, karena kedua faktor tersebut akan menjadi determinan utama dalam membentuk masa depan divisi kelas berat di tahun mendatang.

Li Williams

Li Williams是一名经验丰富的体育分析记者,擅长将复杂的AI数据洞察转化为引人入胜的体育故事和易于理解的分析报告。她致力于连接AI技术与体育受众,让更多人理解数据背后的比赛精髓。

On This Page

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Keep Reading

Scroll to Top